Agama

Agama Mayor adalah suatu agama dimana umat atau pemeluk agama tersebut dalam suatu negara lebih banyak  jumlah dibandingkan dengan agama yang lainnya.

Agama Minor adalah suatu agama dimana umat atau pemeluknya lebih sedikit, atau sisa dari pemeluk agama mayor tersebut.

Secara pribadi, jawaban pertanyaan ini sesungguhnya adalah politis. Ada beberapa bagian yang menunjukkan motif politis dari pemilihan enam tanpa kriteria, seperti nilai ambang.

1. Basis massa adalah kekuatan politik yang merupakan inti dari demokrasi. Agama merupakan salah satu bentuk identitas yang dapat digunakan dalam politik identitas. Dalam berbagai kesempatan, salah satu “agama” yang dilindungi berusaha menggunakan massa-nya untuk memperoleh kekuatan politik, seperti bentuk negara agama atau peraturan berbasis agama. Peraturan ini salah satu kompromi politik yang diciptakan yaitu dengan memberikan kekuatan politik. Penodaan salah satu agama cepat diproses, sedangkan penodaan agama yang lain sudah prosesnya lamban berakhir kurang bukti pula. Sebaran kasus dan dugaan kasus penodaan agama yang paling itu-itu saja.

2. Terkait dengan agama-agama lainnya, ada beberapa motif politik yang menjadi landasan.
Indonesia perlu citra baik di dunia internasional, terutama negara-negara berbudaya Eropa. Peraturan penodaan agama (“blasphemy”) dipandang bertentangan dengan kebebasan berpendapat masyarakat sipil. Dengan kondisi saat ini, peraturan ini dipandang buruk, apalagi hanya salah satu agama tertentu.

Indonesia memiliki diversitas terkluster. Hal ini mudah memicu gerakan separatis. Agama-agama mayoritas di kluster tersebut perlu mendapat perlakuan yang sama jika tidak ingin memicu gerakan separatis. Contoh paling jelas alasan ini dapat dilihat pada kasus Inggris-Irlandia. Khusus agama itu, perekonomian Indonesia cukup dipegang oleh penganut agama ini. Indonesia berusaha mengurangi dominasi-nya dengan berbagai kebijakan ekonomi yang diketahui kemudian gagal. Hal ini merupakan kompromi yang ditukar dengan kelangsungan ekonomi.

Dengan demikian, jawaban pertanyaan ini sesungguhnya adalah politis. Secara umum saya sangat sependapat dengan pernyataan ini, karena jika melihat Pancasila bahwa ketuhanan Yang Maha Esa adalah sila pertama meyakinkan semua orang dapat bebas memeluk agama masing-masing. Dan pemerintah seharusnya mengesahkan agama-agama yang dianut oleh penduduk Indonesia, sebab keberagaman dari Sabang-Merauke tidak bisa dipukul rata.

====================================================================

Sesungguhnya terdapat dua aliran di kalangan ahli-ahli ilmu kemasyarakatan mengenai kriteria atau definisi agama. Pertama ialah agama yang lebih bersifat inklusif, yaitu suatu definisi yang dikemukakan oleh para penganut konsepsi tentang sistem sosial yang menekankan perlunya individu-individu dalam masyarakat dikontrol oleh kesetiaan menyeluruh kepada seperangkat sentral kepercayaan dan nilai.

Contoh definisi inklusif ini dianut Weber yang memberi penekanannya kepada daerah the grounds of meaning. Contoh kedua dibuat oleh Emile Durkheim, yang memberi penekanan kepada persoalan kesucian, kekudusan atau ketabuan. Ia mendefinisikan agama sebagai “suatu sistem yang memadukan kepercayaan-kepercayaan dan praktek-praktek yang berhubungan dengan hal-hal yang suci, yaitu, hal-hal yang terpisah dan terlarang kepercayaan-kepercayaan dan praktek-praktek yang menyatukan semua pengikutnya ke dalam satu komunitas moral tunggal yang disebut Umat”.

Kedua, definisi agama yang lebih bersifat eksklusif, yaitu definisi yang menekankan pengertian agama sebagai konfigurasi representasi-representasi keagamaan yang membentuk suatu alam kesucian, yaitu agama dalam bentuk khusus sosial historis dan sosial kulturalnya. Definisi ini sejalan dengan konotasi kultural biasa mengenai agama, tetapi tidak berarti cukup memadai hanya dengan menggunakan istilah agama secara longgar sebagaimana dalam percakapan sehari-hari.

Harus ada pengetatan pengertiannya sampai tingkat tertentu untuk memberi bentuk analitisnya. Dalam ketentuan-ketentuan ini, definisi agama meliputi dua persoalan: budaya dan tindakan. Budaya keagamaan ialah perangkat tertentu kepercayaan dan simbol (dan nilai yang langsung diambil darinya) yang menyangkut pembedaan antara kenyataan empiris dan kenyataan supra-empiris, transendental; persoalan-persoalan empiris, dalam hal maknanya, diletakkan di bawah persoalan-persoalan non-empiris. Tindakan keagamaan didefinisikan semata-mata sebagai tindakan yang dibentuk oleh pengakuan adanya perbedaan antara yang empiris dan yang supra-empiris.

====================================================================

Menurut pandangan saya sebagai seorang muslim, beragama dapat diukur kadarnya dengan pernyataan. Misalnya, saya mengaku muslim, semua orang dapat menyimpulkan dan mengukur kapasitas saya sebagai orang yang beragama Islam. Sangat mudah diukur dengan pengakuan, dan pernyataan status agama di KTP maupun identitas lainnya.

Tetapi keimanan itu sangat susah diukur, karena pada dasarnya manusia itu tempat lupa dan salah. Di dalam agama saya, Islam mengajarkan bahwa harus selalu memupuk iman supaya senantiasa berada di jalan yang benar. Iman sendiri tidak dapat diukur dan diketahui kecuali Allah SWT yang mengetahui tingkat keimanan seseorang. Iman tidak dapat dilihat bentuk maupun wujudnya namun keimanan seseorang baru bisa diukur dan diketahui setelah melihat perbuatan yang ditimbulkan yang disebut dengan amal shaleh.

Orang-orang yang beriman dalam Islam tentunya akan mengikuti apa yang ada di dalam Al-Quran dan apa yang Rasulullah ajarkan kepada umatnya. Ini merupakan salah satu bentuk keimanan dalam agama Islam.

Tahap-tahap keimanan dalam Islam adalah:

  1. Dibenarkan di dalam qalbu (keyakinan mendalam akan Kebenaran yang disampaikan)
  2. Diikrarkan dengan lisan (menyebarkan Kebenaran)
  3. Diamalkan (merealisasikan iman dengan mengikuti contoh Rasul).

Iman tidak cukup diucapkan dengan lidah, namun harus dibuktikan dengan amal perbuatan berupa amal shaleh. Jadi jangan menjadi orang yang hanya beragama namun tak punya iman. Karena pada dasarnya agama adalah soal iman.

=================================================================

Keutamaan Mencintai Orang Miskin

Pertama: Mencintai orang miskin termasuk kebaikan
Kedua: Mencintai orang miskin dan dekat dengan mereka akan memudahkan hisab seorang muslim pada hari kiamat
Ketiga: Dekat dengan orang miskin berarti semakin dekat dengan Allah pada hari kiamat
Keempat: Mencintai orang miskin adalah landasan kecintaan pada Allah

==================================================================

Radikalisme secara etimologis dan terminologis. Ia berasal dadi kata radix, yang berarti akar. Radikalisme adalah paham yang ingin adanya perubahan sistem sosial dan atau politik secara cepat (revolusi), yang tak jarang menimbulkan pertumpahan darah. Dalam pada itu, saya juga mengatakan bahwa bibit paham radikal (dalam Islam) sudah ada semenjak masa sahabat, ketika terjadi peristiwa tahkim.

====================

Formalitas adalah suatu ungkapan yang sering diucapkan orang, bahkan saat kita berada ditempat kerja yang baru, banyak yang mengatakan formalitas termasuk hal yang di bahas diatas.

Hal tersebut dikatakan formalitas karena akibat kebiasaan, dan menurut saya tidak ada yang salah mengenai formalitas. Yang penting adalah prinsip, bukan sekedar formalitas tanpa arti.

============================

Sekularisme adalah semangat atau kecenderungan sekuler, terutama dalam sistem filsafat politik atau sosial yang menolak segala bentuk campur tangan dari unsur-unsur keyakinan agama dan ibadah.

Untuk menghadapi godaan duniawi ada tiga langkah strategis dalam menghadapi tiga godaan duniawi, yakni dengan membiasakan diri bertindak rasional, berpegang teguh pada iman, dan menjaga satu sama lain. Berikut penjelasan dari saya:

1. Membiasakan diri bertindak rasional, cara saya adalah bagaimana kita bisa berpikir dan bertindak rasional selaras dengan tujuan Agama. Jangan membiarkan Dunia yang mengatur kita, tapi Agama lah yang mengatur kita. Kalau khawatir rejeki, insyaaAllah sudah diatur dari sebelum kita lahir, itu prinsip saya.

2. Berpegang teguh pada iman, semakin menipisnya kadar iman (jarang sholat, tidak sedekah, tidak mendekat ke Allah) akan membuat hati dan pikiran tertuju hanya duniawi semata. Akhirat adalah selama-lamanya dan tujuan kita, jadi pada prinsipnya acuan saya adalah harus tetap memposisikan akhirat diatas duniawi. Bismillah...

3. Menjaga satu sama lain, disini dengan kita mencari sahabat dunia akhirat, insyaaAllah jika boros akan diingatkan, jika kita salah akan diingatkan. Satu sama lain harus menjaga pola pikir untuk selalu tertaut pada akhirat, InsyaaAllah seperti itu akan membantu dalam menahan godaan duniawi.

==============================================================

Meminta maaf jelas merupakan salah satu bentuk kerendahan hati pribadi dan tentu juga merupakan salah satu bentuk keberanian manusia. Bangsa-bangsa di dunia ini menyikapi kesalahan kepada orang lain yang dilakukannya dengan cara yang berbeda-beda. Orang-orang Eropa dan Amerika banyak yang tampil gentle. Meminta maaf dan memaafkan juga menjadikan kita sebagai manusia yang penuh dengan kelapangan dan kerendahan hati.

Tentu saja akan banyak orang yang kontra dengan pernyataan ini. Mereka seolah menyangkal memaafkan orang yang bersalah harus dilakukan sekalipun sulit. Tapi bagaimanapun memaafkan sebuah kesalahan tidak sama dengan melupakan masa lalu yang menyakitkan. Tentu saja hal ini tidak bisa disamakan. Sekalipun emosi menghampiri, membenci orang lain tidak akan membuatmu bisa melangkah tanpa beban lho. Ada beberapa alasan mengapa sekalipun sulit, kamu harus mau memaksa diri sendiri untuk memaafkan orang lain, bahkan terlebih dirimu sendiri.
 
Karena dengan rendah hati kita akan legowo dalam meminta maaf dan memberi maaf, tidak ada kata gengsi atau apapun. 

==============================================================\

Hakikat taubat adalah kembali tunduk kepada Allah dari bermaksiat kepada-Nya kepada ketaatan kepada-Nya. Taubat ada dua macam: taubat mutlak dan taubat muqayyad (terikat). Taubat mutlak ialah bertaubat dari segala perbuatan dosa. Sedangkan taubat muqayyad ialah bertaubat dari salah satu dosa tertentu yang pernah dilakukan.

Syarat-syarat taubat meliputi: beragama Islam, berniat ikhlas, mengakui dosa, menyesali dosa, meninggalkan perbuatan dosa, bertekad untuk tidak mengulanginya, mengembalikan hak orang yang dizalimi, bertaubat sebelum nyawa berada di tenggorokan atau matahari terbit dari arah barat. Taubat adalah kewajiban seluruh kaum beriman, bukan kewajiban orang yang baru saja berbuat dosa.

=================================================================

Setiap ibadah dalam Agama Islam, tentunya mengandung dimensi vertikal maupun horizontal. Disini saya akan sedikit menjelaskan salah satu pengalaman dalam mewujudkan dimensi vertikal sebagai pribadi yang religius.

Saya mengambil contoh untuk puasa dalam agama Islam. Dimensi vertikal puasa berupa penafikan diri dari segala bentuk hasrat duniawi, baik berupa makanan maupun kenikmatan seksual untuk melebur kepada kenikmatan sejati bersama Allah, sumber dari segala kenikmatan. Kefanaan dirinya yang hanya menggantung pada Allah adalah hasil dari proses penyucian diri yang dilakukan orang beriman di bulan puasa. Karena laku spiritual sangat ditekankan bagi orang puasa yang terus diasah siang malam dengan amalan-amalan lebih yang berbeda dengan di luar bulan puasa.
 
Esensi puasa adalah menahan diri dari kerakusan urusan dunia dan perut. Orang puasa harus mengikatkan dirinya dengan tali kesederhanaan yang diatur oleh Islam yang mempunyai nial tawazun (keseimbangan). Sekaya apapun orang tidak boleh ‘israf’ (berlebihan) dalam urusan perut.
 
Di bulan puasa tentunya kalau ingin berbuka, saya menginginkan beraneka macam makanan yang sangat enak jika dilihat. Ini tidak sesuai dengan perintah agama dalam menjaga makanan (tidak boleh berlebihan). Cara saya mengurangi ini adalah dengan tidak membeli apapun sebelum berbuka puasa, karena takutnya akan mubadzir makanan yang saya beli.

=====================================================================

Pribadi yang religius tidak hanya menjaga hubungan baiknya terhadap Allah Subhanahu wa ta'ala namun juga menjaga hubungan baik dengan ciptaan-Nya, yaitu kepada sesama manusia atau hablum minannas dan kepada lingkungan alam. Pengalaman yang saya miliki berkaitan dengan hubungan kepada sesama manusia tidak selalu berjalan dengan baik dan mulus, pasti ada konflik. Di tempat saya bekerja saya beberapa kali mengalami konflik dengan rekan kerja, namun saya berusaha agar konflik itu tidak menjadi berkepanjangan dan sesuatu yang negatif. Jadi, saya berusaha mengambil inisiatif untuk meminta maaf terlebih dahulu sesuai ajaran agama saya. Biasanya hal itu akan mencairkan suasana menjadi lebih kondusif. Sedangkan untuk hubungan kepada lingkungan alam, saya berusaha semampu saya dengan cara tidak merokok, membuang sampah pada tempatnya dan tidak merusak tanaman.

====================================================================

Dalam pandangan Islam, seorang yang bersusah-payah mencari rezeqi yang halal, yang hasilnya digunakan sepenuhnya di jalan Allah disamakan derajatnya dengan para mujahid yang berperang di jalan Allah. Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah menyukai hamba yang berkarya dan terampil. Barangsiapa yang bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wa Jalla." (HR Ahmad) Kelelahan seorang muslim dalam mencari rezeki dinilai oleh Allah sebagai pahala. Bahkan bisa menjadi penebus dosa. Orang yang pulang ke rumah dalam keadaan kepayahan karena seharian bekerja akan diampuni oleh Allah swt. 

Dalam Islam, kata “amal” bertebaran dalam al-Qur’an. Etos kerja menjadi hal kunci yang cukup mendapat banyak perhatian. Tak hanya kerja untuk kehidupan akhirat kelak, tapi juga kerja untuk keberlangsungan hidup di dunia. Islam melarang umatnya berpangku tangan atau menunggu belas kasihan orang.
 
Dalam bekerja memang insyaaAllah sebaiknya umat muslim menjadikan pekerjaan adalah bagian menghadap kepada Allah SWT. Niat kerja itu untuk ibadah, dengan begitu dari mulai kedisiplinan hingga etos kerja akan tertaut selalu untuk menyerahkan yang terbaik untuk Allah SWT.

=====================================================================

Komentar